ASSLAMUALAYKUM WELCOME TO MY BLOG INSYA ALLAH BERMANFAAT
KALAU PENGEN BACA, TERLEBIH DAHULU KLIK DI JDUL BCAAN/LINK POSTINAGAN/DI FULL READ:

Jumat, 24 Desember 2010

FIQIH

Fiqih secara terminologis menurut Fuqaha ada beberapa definisi. Menurut penulis yang lebih relevan dengan kajian ini dikemukakan oleh Tajuddin al-Subki, yang kemudian banyak diikuti oleh para Ulama sebagai berikut: Oleh Abdul Wahab Khalaf di istilahkan: “ kumpulan hukum-hukum Syara’ yang bersifat amali (praktis) yang digali dari dalil-dalilnya yang tafsili’. Dari definisi tersebut dapat diuraikan bahwa: a) Fiqih itu adalah ilmu garapan manusia (al-Muktasab), berbeda dengan ilmu malaikat yang tidak muktasab. Begitu pula ilmu Rasul yang berkitan dengan wahyu, karena tidak muktasab. Lantaran fiqih ilmu al-muktasab, maka peran akal (ra’yu) mendapat tempat dan diakui dalam batas-batas tertentu. b) Obyek ilmu fiqih adalah al-ahkam al-amaliyah. Ia terkait dengan aturan dan penataan kegiatan manusia yang bersifat positif dan real dan tidak bersifat teoritis (nazari) sebagaimana garapan dalam ilmu kalam. c) Sumber pokok ilmu fiqih itu adalah wahyu dalam bentuk yang rinci, baik termuat dalam al-kitab maupun al-sunnah. Fiqih artinya faham atau tahu. Menurut istilah yang digunakan para ahli fiqih (fuqaha). Fiqih itu ialah ilmu yang menerangkan hukum-hukum syari’at islam yang diambil dalil-dalilnya yang terperinci. Menurut Hasan Ahmad Al-Khatib: fiqhul islami ialah sekumpulan hukum syara, yang sudah di bukukan dalam berbagai majhab, baik dari majhab yang empat atau dari majhab yang lainnya. Di lihat dari segi ilmu pengetahuan yang berkembang dalam kalangan ulama islam, fiqih itu ialah pengetahuan yang membicarakan/membahas/memuat hukum-hukum islam yang bersumber pada Al-Qur’an,sunnah dalil-dalil syar’i yang lain. Setelah diformulasikan oleh para ulama dengan mempergunakan kaidah-kaidah ushul fiqih. Dengan demikian berarti bahwa fiqih itu merupakan formulasi dari Al-Qur’an dan sunnah yang berbentuk hukum amaliyah yang akan diamalkan oleh umatnya. Hukum itu berbentuk amaliyah yang akan diamalkan oleh setiap mukallaf (mukallaf artinya orang yang sudah dibebani/diberi tanggung jawab melaksanakan ajaran syari’at islam dengan tanda-tanda seperti baligh, berakal, sadar, sudah masuk islam). Hukum yang diatur dalam fiqih islam itu terdiri dari hukum wajib,sunat,mubah,makruh dan haram. Disamping itu ada pula dalam bentuk yang lain seperti sah,batal,benar,salah,berpahala,berdosa dan sebagainya. Ciri-ciri fiqih adalah: 1) Didasarkan kepada ayat Al-Qur’an dan hadits(sunnah) yang dicantumkan secara otentik dan eksplisit. 2) Tersusun secara sistematis yang dilakukan oleh para pakar yang memiliki kompetensi didalamnya mencakup unsur-unsur taklifi (wajib,sunnah,mubah,makruh,dan haram). 3) Terdokumentasi dalam berbagai kitab fiqih, yang tersebar menurut beberapa aliran pemikiran (majhab) sehingga mudah dipelajari dan diajarkan. 4) Mencakup berbagai bidang kihidupan manusia, yang disertai kaifiyah masing-masing. 5) Bersifat praktis (amaliyah) sehingga mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Fiqh dijadikan rujukan dalam menghadapi masalah hukum yang memerlukan pemecahan segera. 6) Diajarkan dalam berbagai lingkungan, baik melalui pendidikan jalur sekolah (termasuk pesantren) dan institusi masyarakat lainnya.

0 komentar:

Posting Komentar